The Big Secret of Morning Pray

22.39 Posted In Edit This 0 Comments »

Dr. Raghib As- Sirjani is one of many book authors that very famous in this century. This book, which has title as “Misteri Sholat Shubuh” is one of his best books that ever he wrote. The content of this book is inspired from his great experiences during his journey in USA. That is about one thing that almost all American people do every morning. And by writing this book, Dr. Raghib is tried to connect or compare that American behavior with Moslem’s culture about the morning pray. Beside that, Dr. Raghib is also explaining the great hidden secret of the morning pray, the factors that affect to them, and the others advantages of doing morning pray on time.

The first part of this book is explained about the great secret of morning pray. We know that morning pray is very hard to do. It’s because the time of morning prays that very short in the beginning of the day. We usually get a problem to wake up earlier to do morning pray. As the author said, when He asked to his friends about their activity in the morning, one of his friends said “I’m doing morning pray after I took a bath”. Then the author asked “When you do that?” His friend answered “At 07.00 a.m.”. The author shocked with his friend’s answer. We know that morning pray must be done before the sun rise, and all of Moslem people must know about that. But now a day, Moslem’s people don’t pay attention to this problem. It’s because the Moslem’s knowledge about their religion that still low. This condition is absolutely different with American people that always wake up earlier in the morning to work or just take their dog to the park to get fresh weather. Then based on this fact, we can take a conclusion that American people is better than us, the Moslem’s people.

Rasulullah saw. said “Morning pray and night pray is very hard to do for unkind (hypocrite) people. If they are know about the greatness of those prays, they will go to the mosque event by crawling”. (HR. Ahmad and Nassa’i).

Another great secret of morning pray is the reward. As Allah SWT promised, the reward of morning pray is better than all of things in this world. The best reward is we can see the substance of Allah directly in the heaven, as we see the full moon that very beautiful in the clear night. It's the best gift from Allah that will be given to Moslem's people.

In the next part of this book is explained how the great Moslem's scholar in the past keep to do morning pray with regularly. The author tells us that Moslem's people in the past are very afraid to miss the morning pray. And if they miss it, they will be sad for about one week, as if they lost their family. It's shows how important the morning pray for Moslem's people. But, this perception is change today. Now a day, morning pray doesn’t important any more. Most of Moslem's people choose to sleep rather than wake up earlier in the morning to do morning pray. From that reason, in the last part of this book the author give us some tips that may be very useful in order that we can wake up earlier to do the morning pray. Those tips are:

- Build a strong motivation
- Pray and ask help to Allah SWT
- Make a friend with the kind man
- sleep earlier every day
- Don't eat too much
- Always remember the great advantages of morning pray
- Set three alarm
- Invite the others people to wake up earlier too.

More important, the other factor that usually make us so difficult to do morning pray is because our mistake to Allah that extremely too much. Maybe this is the reason why we always lazy and couldn’t wake up early. So, we must do apologize and asking helps to Allah SWT in order that we can become the real Moslem’s people as Rasulullah teach.

Beside the content of this book that very well, the language style that the author used is also interesting. It’s make we can understand the purpose of this book with easily. In this book, the author also gives some story about the kindness of Rasulullah, his great friends, and the others Moslem’s scholars that usually make heartfelt and we will crying.

Finally, it’s really a good book that will support us to be a better Moslem and I suggested that every Moslem’s people must have this book in their bag.

Created by Wahyu Rahadiatmaja
wrahadiatmaja.blogspot.com

Click here to get your free mobile phone or apple ipod

Mystery of the space

22.34 Posted In Edit This 0 Comments »

- THE FORMATION OF EARTH -

Earth is only one planet in the solar system that has any characteristics and properties that may us to life in there. Its components such as biosphere, hydrosphere, atmosphere, and lithosphere has support our life in the earth. But, how can such wonderful planets was formed ?. To answer that question, there are some hypotheses from the scientists about the formation of earth. One of those hypotheses is nebula theorem that made by two famous scientists, Immanuel Kant and Pierre Simon De Lapplace. They consider that the formation of earth is related with the formation of solar system.

Based on nebula theorem, the formation of earth is begin with cloud formed in the space. That cloud consists of many kinds of gases in the large amounts. Then, the higher mass of gas attracts the other smaller and caused the cloud combine into a very large gas ball. Its attraction caused the gas molecules hit at each others and the friction of the gas molecules make the gas ball heated and start to spinning. Then, the gas ball spinning faster and faster. It’s caused the mass of gas in the equatorial side is pushed out and the gas ball is become disk like-shaped. Then, some mass of gasses in the equatorial side is thrown out and become some levels of ring-shaped gas.

Each of those ring-shaped gasses is combining to form a smaller gas ball. Each ring forms a gas ball. Then, each gas ball due condensation and frozen into solid state that until now known as planets. And the original gas ball in the centre is keep itself to spinning and heated. So it’s become a star that known as the sun.

Finally, each of those planets and the sun has own gravitational force that caused those planets move around the sun and form the solar system.

Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wrahadiatmaja.blogspot.com

Click here to get your free mobile phone or apple ipod

– Sumber Energi Alternatif –

21.42 Posted In Edit This 0 Comments »
Salah satu objek penelitian para ilmuan dunia yang masih terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi hingga saat ini adalah sumber energi alternatif. Memang hal ini penting untuk dilakukan mengingat sumber energi yang telah digunakan di dunia hingga saat ini belum bisa berkembang dengan baik. Bahkan, beberapa sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui juga mulai berkurang. Sementara itu, kebutuhan akan sumber energi baru yang lebih mudah dan efisien semakin meningkat di masyarakat seiring dengan pertambahan populasi manusia dan perkembangan zaman. Berbagai ide dan penemuan pun mulai bermunculan. Semua itu dilakukan untuk memenuhi tuntutan hidup umat manusia.

Salah satu sumber energi alternatif yang bisa diandalkan adalah panel surya (solar cell). Dengan menggunakan energi sinar matahari yang tak terbatas, kita bisa mendapatkan energi listrik langsung pakai sehingga sangat mudah dan efisien. Panel surya bisa menjadi salah satu sumber energi masa depan. Namun hingga saat ini panel surya belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Selain biaya instalasinya yang masih mahal, energi listrik yang dihasilkan pun relatif kecil. Sehingga untuk menghasilkan energi listrik yang besar, dibutuhkan panel surya dalam jumlah yang besar pula, dan tentunya akan menyita banyak tempat. Panel surya cocok digunakan di daerah dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi, seperti gurun. Panel surya juga digunakan pada satelit dan stasiun luar angkasa karena intensitas cahaya matahari di luar angkasa jauh lebih besar daripada di bumi.

Selain panel surya, sumber energi alternatif lain yang cukup menjanjikan adalah energi nuklir. Dalam hal ini energi nuklir dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tanaga Nuklir (PLTN). PLTN menjadi salah satu pilihan karena bahan baku yang digunakan tidak perlu banyak. Dengan menggunakan sejenis unsur radioaktif tertentu seperti uranium, PLTN dapat menghasilkan energi listrik dalam skala besar melalui proses kimia yang disebut reaksi inti fusi (fusion nuclear reaction). Energi yang dihasilkan dari beberapa gram uranium saja setara dengan energi yang dihasilkan dari berton-ton batubara, sehingga sangat menguntungkan. Sayangnya biaya pembuatan sebuah PLTN sangatlah besar. Bahan baku uranium yang tersedia di bumi pun tidak terlalu banyak. Selain itu, bahaya ledakan dan radiasi radioaktifnya juga patut diperhitungkan.

Dan masih ada beberapa sumber energi alternatif lain yang sudah terbukti bermanfaat, seperti biogas, biofuel, Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Pembangkit Listrik Tenaga Ombak, dll. Namun di setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan. Karena itu, penelitian masih terus dilakukan untuk mendapatkan sumber energi yang mudah, murah, efisien, atau bahkan unlimited.

Sumber energi tak terbatas – GENERATOR PEGAS

Pernahkah kita memikirkan sumber energi yang mudah didapat, efisien, tanpa polusi, dapat digunakan kapan saja, tak terpengaruh oleh cuaca ataupun keadaan, dan yang pasti “tak pernah habis”. Pegas adalah jawabannya. Ya, pegas adalah salah satu sumber energi yang paling mudah ditemui di sekitar kita. Pegas memang tidak terlalu populer, namun bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan menggunakan alat yang disebut “generator pegas”

Prinsip kerjanya sederhana. Kita memanfaatkan energi pegas untuk memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Generator pegas terdiri atas sebuah roda berporos dengan pengait pegas di salah satu sisinya, dan sebuah pemberat di sisi yang lain. Generator pegas juga memiliki empat buat pegas berbahan jenis dan koefisien sama yang dikaitkan pada papan pengait dan roda berporos.





















Sehingga saat kita putar rodanya, maka ia akan terus berputar tanpa henti karena pengaruh pegas dan pemberat. Pemberat juga berfungsi agar roda berputar lebih cepat dan konstan. Lalu, kita bisa hubungkan poros roda dengan generator untuk menghasilkan energi listrik. Selain itu, poros roda juga bisa kita hubungkan dengan roda gigi (gear) yang lain untuk menghasilkan energi gerak.











Bayangkan jika generator pegas ini dibuat dalam ukuran besar. Mungkin kita bisa membuat sebuat Pembangkit Listrik Tenaga Pegas untuk mengatasi kurangnya pasokan listrik di Indonesia. Kita juga bisa memanfaatkan alat ini untuk keperluan lain seperti sebagai penggerak alat penggiling padi, dll. Yang pasti –jika memungkinkan– alat ini dapat berputar terus menerus tanpa henti sehingga dapat menghasilkan energi tanpa batas (unlimited energy sourch).


Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wrahadiatmaja.blogspot.com

Click here to get your free mobile phone or apple ipod

Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan amalan yang disyariatkan

23.15 Posted In Edit This 0 Comments »
Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Keutamaan 10 hari yang Pertama Bulan Dzul Hijjah.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid ".

Macam-macam Amalan yang Disyariatkan

1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah.

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

"Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

3. Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

"Artinya : .... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ..". [Al-Hajj : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma.

"Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid ". [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"

"Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ..". [Al-Baqarah : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa.

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaq 'Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq.

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaq 'Alaihi]

8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak Berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain : "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

"Artinya : ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [Al-Baqarah : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan mengdengarkan Khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas.

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Dialog Diri, Penggugah Hati

23.14 Posted In Edit This 0 Comments »

Judul buku : Introspeksi ala Sufi
Penulis : Al-Harist Ibn Asad Al-Muhasibi
Penerbit : Qisthi Press
Tebal buku : viii + 152 halaman
Tahun terbit dan cetakan : 2006, cetakan ke-1


Mungkin itulah julukan yang tepat untuk sebuah karya berbentuk karangan singkat yang satu ini. Buku yang berjudul asli Mu’atabah An-Nafs ini merupakan salah satu karya seorang ulama sufi yang terkenal di zamannya. Ia dikenal karena kezuhudan dan kewara’annya, serta ketajaman mata batinnya dalam mengamati setiap gerak-gerik hati. Ia adalah Al-Harist Ibn Asad Al-Muhasibi, salah seorang tokoh ulama yang menjadi tonggak kebangkitan agama islam pada abad pertengahan. Karya-karyanya yang hebat menjadi sumber ilmu yang masih digunakan sebagai tinjauan dan referensi agama islam hingga saat ini.

Perlu diketahui bahwa Al-Muhasibi adalah seorang tokoh ulama islam yang hidup pada pertengahan abad ke-2 Hijriah. Sejak kecil ia telah memiliki kecerdasan pikiran dan hati, sehingga ia rajin menuntut ilmu dan menjadi seorang ulama yang pandai. Dengan pengetahuannya yang dalam mengenai keberadaan Tuhannya, yakni Allah SWT, ia mampu meneliti, mengkaji, dan memilah-milah berbagai aliran dan paham pemikiran islam yang berkembang pada saat itu. Ia sering melontarkan kritikan melalui karyanya kepada ulama-ulama pada masanya yang menurutnya telah terpedeya oleh dunia dan hawa nafsu. Adapun buku-buku yang ia tulis didasari atas berbagai peristiwa nyata yang ia alami sendiri sehingga jauh dari kebohongan. Beberapa karya Al-Muhasibi yang terkenal adalah: Ar-Ri’ayah li Huquqillah (Memelihara Hak-Hak Allah), Al-Washaya (Wasiat), Fahm Al-Qur’an (Memahami Al-Qur’an), dan masih banyak lagi.

Buku ini merupakan terjemahan dari karya Al-Muhasibi yang sebelumnya telah diedit oleh Abdul Qadir Ahmad Atha’ pada tahun 1405 H. Pada bagian awal diberikan pengantar oleh Abdul Qadir Atha’ sendiri, dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang buku ini. Lalu pada bab selanjutnya dijelaskan isi dari karangan Al-Muhasibi. Bagian ini dibagi menjadi 17 subjudul yang keseluruhannya berisi tentang introspeksi diri untuk tidak menuruti hawa nafsu dan tipu daya dunia, serta segera kembali ke jalan Allah SWT. Menurut Al-Muhasibi, mengikuti hawa nafsu adalah tabiat manusia. Ia tidak bisa dimatikan, namun kita harus mengontrol dan mengendalikannya menuju hal-hal yang bermanfaat dan diridhoi oleh Allah SWT. Setelah itu, pada bab selanjutnya diberikan pula karangan singkat Imam Al-Ghazali yang berintikan persoalan yang sama seperti pada bab sebelumnya. Lalu pada bagian akhir, terdapat biografi singkat pengarang yang berisi riwayat hidup dan keutamaannya sebagai seorang ulama sufi.

Yang menarik dari buku ini adalah gaya penulisan dan metode yang digunakan pengarang untuk menyampaikan maksud dan tujuannya kepada pembaca. Pertanyaan, celaan dan sindiran Al-Muhasibi kepada dirinya sendiri dan hawa nafsunya membuat hati ini tersentuh sehingga kita ingin membacanya berulangkali. Betuk bukunya yang simpel dan tipis membuatnya mudah dibawa kemana saja dan cocok untuk menjadi teman sejati dalam berbagai suasana. Hal itu pula yang membuat kita tidak bosan-bosan untuk membacanya. Namun terdapat sedikit kekurangan dalam penulisan catatan kaki yang ditempatkan pada bagian belakang buku. Hal ini membuat pembaca sedikit kesulitan dalam memahaminya karena harus membolak-balik buku saat membaca catatan kaki.

Akhirnya, buku ini memang cocok untuk dijadikan sebagai media pengingat dan penggugah hati untuk selalu bermunajat kepada Allah SWT di setiap waktu. Oleh karena itu, bagi setiap muslim yang benar-benar ingin bertaubat dan kembali kepada jalan Allah yang lurus, disarankan untuk memiliki buku ini.

Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wrahadiatmaja.blogspot.com

– Duka Ibu Pertiwi –

23.05 Posted In Edit This 0 Comments »


Indonesia menjerit, Indonesia menangis, Indonesia berkabung. Rasanya tak henti-henti negara kita dilanda musibah. Banjir bandang yang datang menyerbu seakan hampir menenggelamkan negara kita, tanah air Indonesia. Mulai dari gempa bumi hingga semburan lumpur. Belum lagi berbagai permasalahan dalam pemerintahan dan masyarakat di segala bidang. Semakin menambah duka ibu pertiwi.

Sebagian besar dari kita bertanya mengapa negara kita semakin kacau dan terpuruk. Mengapa musibah yang terjadi di Indonesia tak kunjung berhenti. Mengapa, mengapa, dan mengapa. Padahal jawabanya sudah jelas, yaitu karena ulah kita sendiri. Sebagai umat beragama kita harus meyakini bahwa segala bentuk kerusakan yang terjadi di muka bumi, baik di daratan maupun di lautan, adalah karena perbuatan tangan-tangan manusia. Musibah ini mungkin merupakan ujian, atau bisa jadi merupakan peringatan bagi kita. Namun, musibah ini juga bisa berarti adzab atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang kita perbuat. Sebuah syair menyatakan :

Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita
Yang selalu senang dan bangga akan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita
Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang


Pertanyaan yang seharusnya kita lontarkan adalah bagaimana kita menyikapi keadaan ini. Bagaimana kita mengambil hikmah sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan hidup. Bagaimana cara kita melewati dan mengatasi segala persoalan serta musibah yang terjadi di Indonesia. Daripada kita terus terpuruk dalam kesedihan dan kesengsaraan, lebih baik kita kembali bangkit untuk memulai hidup baru yang lebih baik, lebih tentram, dan lebih bermakna. Berkata seperti ini memang sangat mudah, namun praktiknya sulit untuk dilakukan. Untuk itu, mari kita bahu-membahu. Mari kita saling tolong-menolong dalam membangun kembali negeri kita. Tak peduli dari agama, suku, atau ras mana kita berasal. Mari kita bersatu padu. INDONESIA MAJU, INDONESIA BANGKIT, INDONESIA BISA.

Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wahyu.rahadiatmaja@yahoo.com

The End of The World

21.59 Posted In Edit This 0 Comments »

– MISTERI DI BALIK HARI KIAMAT –


Hari kiamat. Akhir dari dunia. Hari kiamat adalah hari yang kita yakini akan datang suatu saat nanti. Pada hari itu seluruh dunia akan benar-benar hancur. Gunung-gunung berterbangan, bintang-bintang berjatuhan, dan bumi akan mengeluarkan segala isi perutnya. Kita tidak tahu kapan hari itu akan datang dan bagaimana hari kiamat akan terjadi. Hal ini menarik perhatian para ilmuan untuk mencari tahu dan meneliti lebih jauh tentang hari kiamat. Berbagai hipotesis pun mulai diajukan lengkap dengan argumentasi yang menarik dan data-data hasil penelitian yang mendukung.

Salah satu hipotesis tersebut adalah hipotesis “Collapse of the Sun”. Teori ini menjelaskan bahwa terjadinya hari kiamat berhubungan dengan jatuhnya pusat tata surya kita, matahari. Ada dua versi dalam teori ini. Versi pertama berpendapat bahwa matahari kita seperti bola lampu minyak. Pada umumnya jika lampu minyak dinyalakan terus menerus, maka minyaknya akan cepat habis dan lampu akan padam. Begitu pula dengan matahari. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa setiap hari matahari membakar berton-ton gas helium dan gas-gas lain yang ada di dalamnya. Hal ini membuat massa matahari berkurang dan semakin kecil dari waktu ke waktu. Lalu, bagaimana jika matahari terus menyusut ?. Jika ukuran matahari telah mengecil sampai batas-batas tertentu, maka keseimbangan tata surya akan mulai goyah. Gaya gravitasi matahari yang melemah seiring dengan berkurangnya massa membuatnya tidak mampu mengendalikan pergerakan planet-planet dalam tata surya. Dengan kata lain, ia bukan lagi menjadi pusat tata surya. Akibatnya orbit-orbit planet pun berubah, termasuk bumi. Mungkin hal ini yang menyebabkan matahari akan terbit dari sebelah barat sebagai tanda akan datangnya hari kiamat kelak. Pada akhirnya planet-planet akan bergerak tanpa kontrol, saling bertubrukan, dan....... boom !. Game over.

Lain halnya dengan versi kedua. Kali ini matahari diibaratkan sebagai sebuah balon gas. Kalian tahu apa yang akan terjadi jika sebuah balon gas dipanaskan ?. Ya, ia akan mengembang tentunya. Begitu juga matahari. Berdasarkan data penelitian terakhir para ilmuan, ternyata ukuran matahari bukanlah mengecil tetapi malah semakin besar dari waktu ke waktu. Rupanya di dalam tubuh matahari terjadi semacam reaksi kimia tertentu yang menyebabkan ukuranya semakin membesar. Jika hal ini terus terjadi, maka planet-planet dalam tata surya akan menjadi santapan empuk matahari. Ia akan melahap planet-planet tersebut bersamaan dengan membesarnya ukuran tubuhnya, termasuk bumi. Inilah yang disebut kiamat. Jangankan dimakan matahari, jika jarak bumi ke matahari terlalu dekat pun bumi akan mengalami kehancuran. Dan jika teori ini benar, maka berita bahwa kelak di padang mahsyar matahari akan hanya berjarak satu jengkal di atas kepala kita juga bisa dianggap benar.

Dari kedua teori diatas, jika dapat dikalkulasi berapa kecepatan berkurangnya massa matahari atau berapa kecepatan mengembangnya ukuran matahari, maka dapat pula diprediksikan kapan hari kiamat akan terjadi. Dan kabar baiknya, hasil prediksi menunjukkan bahwa terjadinya hari kiamat masih sangat lama. Lalu, bagaimana tentang adanya keterangan bahwa hari kiamat dapat terjadi kapan saja ?. Apakah berita itu bohong ?. Tentu tidak, jawabanya adalah katalisator. Katalisator adalah semacam zat yang dapat mempercepat berlangsungnya suatu reaksi kimia, termasuk reaksi kimia yang menyebabkan berkurangnya masa matahari, atau reaksi kimia yang menyebabkan mengembangnya ukuran matahari.
Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui katalis apa itu dan dimana katalis itu berada. Tidak ada yang tahu kacuali Tuhan. Hanya Tuhan yang mengetahui dan berkuasa menciptakan katalis itu, dimana saja dan kapan saja. Hal ini tetap akan menjadi sebuah misteri di balik hari kiamat. Ia bisa datang kapan saja. Mungkin 10 tahun lagi, mungkin besok, atau mungkin setelah anda membaca artikel ini. Yang terpenting adalah mulai saat ini kita harus banyak-banyak berbenah dan mencari bekal untuk kehidupan setelah mati. Sudahkah anda mempersiapkannya?.


Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wahyu.rahadiatmaja@yahoo.com

Click here to get your free mobile phone or apple ipod

Biografi Syaikh 'Ali Bin Hasan `Abdul Hamid Al-Halabi

20.09 Posted In Edit This
Penulis: Albani-Center.Com
Sumber: Imaam Al-Albaanee Center
Diterjemahkan dari http://www.Al-Manhaj.Com


Silsilah dan Asal:

Beliau adalah Syaikh Salafi, pengikut Atsar dan penulis banyak buku-buku Islam dan pentahqiq, `Ali bin Hasan bin `Ali bin `Abdil Hamid Al-Yafi, sebuah nisbat pada tempat asal beliau (Jaffa, di barat daya Palestina), Al-Halabi, nisbat beliau (kepada Aleppo, Syria), Al-Urduni, nisbat pada tempat keluarganya berhijrah (Yordania).

Kelahiran Beliau:

Beliau dilahirkan di kota Zarqa, Yordania pada 29 Jumadil Tsani, 1380H. Ayah dan kakek beliau bermigrasi ke Yordania dari Jaffa, Palestina pada tahun 1368H (1948M) karena perang yang dilancarkan Yahudi, semoga Allah melaknati mereka.

Masa kecil beliau, menuntut ilmu dan guru beliau:

Beliau mulai mencari ilmu ketika berusia 20 tahun lebih sedikit. Guru beliau yang paling masyhur adalah `ulama besar, Ahli Hadits, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (rahimahullah), kemudian `ulama ahli sastra, Syaikh `Abdul Wadud Az-Zarari (rahimahullah), dan `ulama lainnya.

Beliau bertemu Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani pada akhir 1977 di Yordania. Beliau belajar "Ishkaalaat Al-Baa'ith al-Hatheeth" kepada Syaikh Al-Albani pada 1981, dan kitab-kitab lainnya mengenai hadits dan ilmu hadits.

Beliau memiliki ijazah (pengakuan) dalam bidang agama secara umum dan hadits secara khususnya, dari beberapa `ulama seperti Syaikh Badi`uddin As-Sindi (rahimahullah), Syaikh Muhammad Asy-Syanqithi (rahimahullah) dan lainnya.

Pujian `ulama untuk beliau:

Banyak `ulama yang memuji beliau, seperti:

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (rahimahullah), ketika membongkar fitnah musuh sunnah, Hasan `Abdul Manaan pada kitabnya As-Shohihah (2/720), berkata:

"Dan lebih lanjut untuk membongkar kesalahan ucapannya dalam menyatakan semua hadits ini lemah – hal ini membutuhkan sebuah kitab yang ditulis khusus untuk tujuan itu. Namun waktuku tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, jadi mungkin salah satu saudara kami yang kuat dalam ilmu ini dapat melakukan pekerjaan ini, seperti saudara `Ali al-Halabi."

Juga pada muqoddimah kitab "At-Ta'aliqaat ar-Raddiyyah `ala ar-Rawdatun-Nadiyyah" dan "Adaab Az-Zafaaf", dicetak oleh Al-Maktabah Al-Islaamiyyah, dan juga kitab beliau "An-Nashihah."

Syaikh bin Baz (rahimahullah) juga memuji beliau dan menulis kata pengantar pada buku beliau "Innahaa Salafiyyatul-`Aqidah wal-Manhaj."

Syaikh Bakr Abu Zaid memuji beliau dalam bukunya "Tahrif an-Nushus min Maa'kath Ahlil-Ahwaa fil-Istidlaal" (hal. 93-94).

Pada Jumadil Akhir 1421H, Syaikh Muhammad Al-Banna menyatakan,"Syaikh Al-Albani adalah Ibnu taimiyyah pada zaman kita, dan Syaikh `Ali Hasan al-Halabi adalah Ibnu Qoyyim pada zaman kita yang merupakan murid Syaikh Al-Albani, dan Syaikh Rabi` adalah Ibnu Ma`in pada zaman kita karena ilmu beliau tentang rijal."

Dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin dan banyak `ulama lainnya memuji Syaikh `Ali ketika beliau berkunjung ke Mekkah dan Madinah, yang beliau nyatakan dalam ceramahnya "Perjalananku ke Haromain" dan pada pengantar bukunya "At-Ta'rif wat-Tanbi'ah."

Usaha beliau dalam medan dakwah:

Beliau adalah salah satu pendiri majalah Ash-Shalah, yang diterbitkan di Yordania, sebagai editor dan penulis di majalah tersebut.

Beliau adalah salah satu pendiri "Imam Al-Albani Center" untuk penelitian ilmiah dan pelajaran tentang manhaj.

Beliau dulu biasa menulis artikel mingguan yang dipublikasi oleh surat kabar Al-Muslimoon, yang diterbitkan di London dan yang dimiliki oleh majalah As-sunnah. Hal ini berlangsung sekitar 2 tahun mulai dari 18 rabi`ul awwal 1417H.

Beliau telah ikut berpartisipasi pada sejumlah konferensi Islam, pelatihan dakwah dan dauroh diseluruh dunia pada berbagai waktu. Seperti : Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Kanada, Indonesia, Perancis dan negara lainnya.

Beliau diundang oleh berbagai Universitas di Yordania untuk memberi pengajaran dan berpartisipasi dalam konferensi, seperti University of Jordan, Yarmook University, Zaytoonah University, dan lainnya. Karya beliau dan tahqiq :

1.`Ilm Usool Al-Bid'ah
2.Diraasaat `Ilmiyyah fee Saheeh Muslim
3.Ru'yatun Waaqi'iyyah fil-Manaahij ad-Da'awiyyah
4.An-Nukat `alaa Nuzhat-in-Nadhar
5.Ahkaam ash-Shitaa fee as-Sunnah al-Mutahharah
6.Ahkaam al-`Eidayn fee as-Sunnah al-Mutahharah
7.At-Ta'aleeqaat al-Athariyyah `alal-Mandhoomah al-Bayqooniyyah
8.Ad-Da'wah ilaa Allaah baina at-Tajammu' al-Hizbee wat-Ta'aawun ash-Shar'ee

Tahqiq beliau :

1."Miftaah Daar as-Sa'aadah" oleh Imaam Ibn Al-Qayyim [3 jilid]
2."At-Ta'aleeqaat ar-Raddiyyah `alaa ar-Rawdat an-Nadiyyah" oleh Al-Albani [3 volumes]
3."Al-Baa'ithul-Hatheeth" oleh Ahmad Shaakir [2 jilid]
4."Al-Hittah fi Dhikri as-Shihaah as-Sittah" oleh Sideeq Hasan Khaan [1 jilid]
5."Ad-Daa wad-Dawaa" oleh Ibn Al-Qayyim [1 jilid]
6."Al-Mutawaaree `alaa Abwaab Al-Bukhaaree" oleh Ibn Al-Muneer [1 jilid], dan lainnya.

Banyak dari buku-buku beliau telah diterjemahkan ke bahasa lain, seperti Inggris, Perancis, Urdu, Indonesia, dan lainnya.