– Duka Ibu Pertiwi –
23.05 Posted In Topik menarik Edit This 0 Comments »
Indonesia menjerit, Indonesia menangis, Indonesia berkabung. Rasanya tak henti-henti negara kita dilanda musibah. Banjir bandang yang datang menyerbu seakan hampir menenggelamkan negara kita, tanah air Indonesia. Mulai dari gempa bumi hingga semburan lumpur. Belum lagi berbagai permasalahan dalam pemerintahan dan masyarakat di segala bidang. Semakin menambah duka ibu pertiwi.
Sebagian besar dari kita bertanya mengapa negara kita semakin kacau dan terpuruk. Mengapa musibah yang terjadi di Indonesia tak kunjung berhenti. Mengapa, mengapa, dan mengapa. Padahal jawabanya sudah jelas, yaitu karena ulah kita sendiri. Sebagai umat beragama kita harus meyakini bahwa segala bentuk kerusakan yang terjadi di muka bumi, baik di daratan maupun di lautan, adalah karena perbuatan tangan-tangan manusia. Musibah ini mungkin merupakan ujian, atau bisa jadi merupakan peringatan bagi kita. Namun, musibah ini juga bisa berarti adzab atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang kita perbuat. Sebuah syair menyatakan :
Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita
Yang selalu senang dan bangga akan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita
Mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang
Pertanyaan yang seharusnya kita lontarkan adalah bagaimana kita menyikapi keadaan ini. Bagaimana kita mengambil hikmah sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan hidup. Bagaimana cara kita melewati dan mengatasi segala persoalan serta musibah yang terjadi di Indonesia. Daripada kita terus terpuruk dalam kesedihan dan kesengsaraan, lebih baik kita kembali bangkit untuk memulai hidup baru yang lebih baik, lebih tentram, dan lebih bermakna. Berkata seperti ini memang sangat mudah, namun praktiknya sulit untuk dilakukan. Untuk itu, mari kita bahu-membahu. Mari kita saling tolong-menolong dalam membangun kembali negeri kita. Tak peduli dari agama, suku, atau ras mana kita berasal. Mari kita bersatu padu. INDONESIA MAJU, INDONESIA BANGKIT, INDONESIA BISA.

Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wahyu.rahadiatmaja@yahoo.com

0 komentar:
Posting Komentar