Dialog Diri, Penggugah Hati

23.14 Posted In Edit This 0 Comments »

Judul buku : Introspeksi ala Sufi
Penulis : Al-Harist Ibn Asad Al-Muhasibi
Penerbit : Qisthi Press
Tebal buku : viii + 152 halaman
Tahun terbit dan cetakan : 2006, cetakan ke-1


Mungkin itulah julukan yang tepat untuk sebuah karya berbentuk karangan singkat yang satu ini. Buku yang berjudul asli Mu’atabah An-Nafs ini merupakan salah satu karya seorang ulama sufi yang terkenal di zamannya. Ia dikenal karena kezuhudan dan kewara’annya, serta ketajaman mata batinnya dalam mengamati setiap gerak-gerik hati. Ia adalah Al-Harist Ibn Asad Al-Muhasibi, salah seorang tokoh ulama yang menjadi tonggak kebangkitan agama islam pada abad pertengahan. Karya-karyanya yang hebat menjadi sumber ilmu yang masih digunakan sebagai tinjauan dan referensi agama islam hingga saat ini.

Perlu diketahui bahwa Al-Muhasibi adalah seorang tokoh ulama islam yang hidup pada pertengahan abad ke-2 Hijriah. Sejak kecil ia telah memiliki kecerdasan pikiran dan hati, sehingga ia rajin menuntut ilmu dan menjadi seorang ulama yang pandai. Dengan pengetahuannya yang dalam mengenai keberadaan Tuhannya, yakni Allah SWT, ia mampu meneliti, mengkaji, dan memilah-milah berbagai aliran dan paham pemikiran islam yang berkembang pada saat itu. Ia sering melontarkan kritikan melalui karyanya kepada ulama-ulama pada masanya yang menurutnya telah terpedeya oleh dunia dan hawa nafsu. Adapun buku-buku yang ia tulis didasari atas berbagai peristiwa nyata yang ia alami sendiri sehingga jauh dari kebohongan. Beberapa karya Al-Muhasibi yang terkenal adalah: Ar-Ri’ayah li Huquqillah (Memelihara Hak-Hak Allah), Al-Washaya (Wasiat), Fahm Al-Qur’an (Memahami Al-Qur’an), dan masih banyak lagi.

Buku ini merupakan terjemahan dari karya Al-Muhasibi yang sebelumnya telah diedit oleh Abdul Qadir Ahmad Atha’ pada tahun 1405 H. Pada bagian awal diberikan pengantar oleh Abdul Qadir Atha’ sendiri, dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang buku ini. Lalu pada bab selanjutnya dijelaskan isi dari karangan Al-Muhasibi. Bagian ini dibagi menjadi 17 subjudul yang keseluruhannya berisi tentang introspeksi diri untuk tidak menuruti hawa nafsu dan tipu daya dunia, serta segera kembali ke jalan Allah SWT. Menurut Al-Muhasibi, mengikuti hawa nafsu adalah tabiat manusia. Ia tidak bisa dimatikan, namun kita harus mengontrol dan mengendalikannya menuju hal-hal yang bermanfaat dan diridhoi oleh Allah SWT. Setelah itu, pada bab selanjutnya diberikan pula karangan singkat Imam Al-Ghazali yang berintikan persoalan yang sama seperti pada bab sebelumnya. Lalu pada bagian akhir, terdapat biografi singkat pengarang yang berisi riwayat hidup dan keutamaannya sebagai seorang ulama sufi.

Yang menarik dari buku ini adalah gaya penulisan dan metode yang digunakan pengarang untuk menyampaikan maksud dan tujuannya kepada pembaca. Pertanyaan, celaan dan sindiran Al-Muhasibi kepada dirinya sendiri dan hawa nafsunya membuat hati ini tersentuh sehingga kita ingin membacanya berulangkali. Betuk bukunya yang simpel dan tipis membuatnya mudah dibawa kemana saja dan cocok untuk menjadi teman sejati dalam berbagai suasana. Hal itu pula yang membuat kita tidak bosan-bosan untuk membacanya. Namun terdapat sedikit kekurangan dalam penulisan catatan kaki yang ditempatkan pada bagian belakang buku. Hal ini membuat pembaca sedikit kesulitan dalam memahaminya karena harus membolak-balik buku saat membaca catatan kaki.

Akhirnya, buku ini memang cocok untuk dijadikan sebagai media pengingat dan penggugah hati untuk selalu bermunajat kepada Allah SWT di setiap waktu. Oleh karena itu, bagi setiap muslim yang benar-benar ingin bertaubat dan kembali kepada jalan Allah yang lurus, disarankan untuk memiliki buku ini.

Created by : Wahyu Rahadiatmaja
wrahadiatmaja.blogspot.com

0 komentar: